Ukuran teks
18

Pelajaran dari Kehancuran 1929

Benjamin Graham tahu persis bagaimana rasanya kehilangan segalanya. 

Tahun 1929, pasar saham AS mengalami crash paling mengerikan dalam sejarah. Dalam hitungan hari, fortunes yang dibangun selama bertahun-tahun lenyap. Orang-orang yang kemarin adalah jutawan, hari ini bangkrut. Beberapa bahkan bunuh diri karena tidak tahan menanggung kerugian. 

Graham sendiri kehilangan hampir 70% dari portfolio-nya. Tapi dari reruntuhan itu, ia belajar pelajaran yang akan mengubah dunia investasi selamanya. 

Dua puluh tahun kemudian, pada 1949, Graham menerbitkan "The Intelligent Investor"—buku yang Warren Buffett sebut sebagai "buku investasi terbaik yang pernah ditulis." Buku ini bukan tentang cara cepat kaya. Bukan tentang tips saham panas. Bukan tentang timing pasar yang sempurna. 

Ini tentang sesuatu yang jauh lebih berharga: bagaimana tidak kehilangan uang Anda. 

Karena seperti yang Graham pahami setelah crash 1929, dalam investasi, tidak kehilangan uang sama pentingnya—bahkan lebih penting—dari menghasilkan uang besar.

 


1 dari 10