Mitos Genius Tunggal
Kita suka cerita tentang genius tunggal yang mengubah dunia. Steve Jobs di garasi. Mark Zuckerberg di kamar asrama. Elon Musk dengan visi Mars-nya.
Tapi Walter Isaacson—yang telah menulis biografi Steve Jobs, Albert Einstein, dan Benjamin Franklin—menemukan sesuatu yang mengejutkan ketika ia meneliti sejarah revolusi digital: Hampir semua inovasi besar bukanlah hasil dari genius tunggal yang bekerja sendirian.
Sebaliknya, inovasi adalah hasil dari kolaborasi. Dari tim-tim yang beragam. Dari percikan ide yang terjadi ketika pikiran-pikiran cemerlang berbenturan dan saling menyuburkan.
"Spark datang dari ide yang bergesekan satu sama lain," tulis Isaacson, "bukan sebagai petir dari langit yang kosong."
Ini adalah cerita tentang bagaimana sekelompok hacker, jenius, dan geek—bekerja bersama dalam tim, lab, dan komunitas—menciptakan revolusi digital yang kini kita hidupi.
Dan ini dimulai, bukan di Silicon Valley pada 1970-an, tetapi di London pada 1833, dengan seorang wanita muda bernama Ada Lovelace.