Ukuran teks
18

Paradoks yang Membingungkan

Tahun 1976. Industri hard disk drive sedang booming. Seagate Technology adalah raja yang tak terbantahkan—perusahaan yang melakukan segalanya dengan benar. Mereka mendengarkan pelanggan. Menginvestasikan jutaan dolar untuk riset dan pengembangan. Merekrut insinyur terbaik. Mengikuti semua prinsip manajemen yang diajarkan di sekolah bisnis terbaik. 

Dua puluh tahun kemudian, Seagate hampir bangkrut. 

Yang lebih mengejutkan? Ini bukan karena mereka malas. Bukan karena mereka arogan. Bukan karena mereka berhenti berinovasi. 

Justru sebaliknya. Seagate gagal karena mereka melakukan semua yang "benar." 

Ini adalah paradoks yang membingungkan. Bagaimana mungkin melakukan hal yang benar bisa membawa Anda ke kehancuran? 

Inilah yang disebut Clayton Christensen sebagai The Innovator's Dilemma—dilema inovator. 

Pada pertengahan 1990-an, Christensen, profesor Harvard Business School dengan latar belakang engineering, mengamati fenomena aneh ini berulang kali. Perusahaan-perusahaan terbaik di industrinya—yang melakukan semua praktek manajemen terbaik—tiba-tiba tersapu oleh pemain baru yang lebih kecil, lebih miskin, dengan teknologi yang justru lebih buruk. 

Bagaimana ini bisa terjadi? Mengapa ini terus terjadi? Dan yang paling penting—bagaimana kita bisa menghindarinya? 

Setelah enam tahun penelitian intensif, menganalisis industri hard disk drive, ekskavator mekanik, pabrik baja, dan retailer, Christensen menemukan pola yang mengubah cara kita memahami inovasi. 

Dan temuan itu mengejutkan: yang membuat perusahaan sukses adalah hal yang sama yang akan membunuh mereka.

 


1 dari 8