Ukuran teks
18

Kamu Bermain di Permainan yang Salah

Bayangkan kamu sedang bermain catur. Aturannya jelas. Pemainnya diketahui—kamu dan lawan. Tujuannya terang benderang: kalahkan raja lawan, menangkan permainan. Selesai. 

Sekarang bayangkan kamu bermain catur, tapi lawanmu tiba-tiba berdiri dan pergi. Lalu orang lain datang dan duduk di tempatnya dengan strategi berbeda. Kemudian aturan mulai berubah—pion tiba-tiba bisa bergerak seperti kuda. Papan catur mulai meluas. Tidak ada yang memberitahumu kapan permainan berakhir. 

Kamu akan frustrasi, bukan? "Ini tidak adil! Aturannya berubah terus!" 

Inilah yang terjadi di dunia bisnis setiap hari. Kita pikir kita bermain catur—permainan dengan aturan tetap dan titik akhir yang jelas. Tapi sebenarnya, kita bermain di permainan yang sama sekali berbeda. Permainan tanpa akhir. Permainan di mana pemain datang dan pergi. Permainan di mana aturan terus berevolusi. 

Kita bermain di Permainan Tanpa Batas (Infinite Game). 

Dan masalahnya? Kebanyakan pemimpin bahkan tidak menyadari permainan apa yang sebenarnya mereka mainkan. 

Mereka mencoba "memenangkan" permainan yang tidak bisa dimenangkan. Mereka menghabiskan seluruh energi mereka untuk mengalahkan kompetitor, memaksimalkan keuntungan kuartalan, dan mencapai target jangka pendek—tidak menyadari bahwa pendekatan ini justru melemahkan organisasi mereka dalam jangka panjang. 

Ini adalah pesan inti dari Simon Sinek dalam bukunya "The Infinite Game." 

Dan jika kamu seorang pemimpin, entrepreneur, atau siapapun yang peduli tentang membangun sesuatu yang bertahan lama—bukan hanya sukses sementara—maka pemahaman tentang perbedaan antara finite dan infinite game akan mengubah segala sesuatu.

 


1 dari 7