Ukuran teks
18

Ledakan yang Tidak Ada yang Menduga

Bayangkan Anda hidup di New York City pada awal abad ke-20. Setiap pagi, Anda membuka surat kabar dan membaca berita terbaru: bom meledak di sini, gedung hancur di sana, pejabat pemerintah tewas di kota lain. Bukan di zona perang. Bukan di negeri asing. Di kota Anda sendiri. 

Selama tiga dekade, lebih dari tujuh ribu bom meledak di New York City saja. Tujuh ribu. Bukan seratus, bukan seribu — tujuh ribu. Jumlah yang bahkan sulit dibayangkan hari ini. 

Siapa yang melakukannya? Bukan musuh dari luar negeri. Melainkan sekelompok orang yang percaya bahwa dunia harus dihancurkan dulu sebelum bisa dibangun kembali menjadi lebih adil. Mereka menyebut diri mereka anarkis. Dan senjata pilihan mereka adalah sesuatu yang baru ditemukan, sesuatu yang koran-koran saat itu sebut dengan nama yang mengerikan: mesin neraka. 

Nama aslinya: dinamit. 

Steven Johnson menulis buku ini bukan sekadar untuk menceritakan kisah bom dan kejahatan. Dia menulis untuk mengajukan pertanyaan yang terasa sangat relevan hari ini: Apa yang terjadi ketika teknologi baru jatuh ke tangan kelompok yang marah? Dan bagaimana negara merespons — apakah dengan keadilan, atau dengan kekuasaan yang justru melampaui ancaman itu sendiri? 

Jawabannya, seperti yang akan kita lihat bersama, mengubah dunia selamanya.

 


1 dari 9