Ukuran teks
18

Remaja yang Menantang Dunia

Bayangkan Anda berusia 16 tahun, dan tiba-tiba diberi tanggung jawab mengelola tiga perkebunan besar. 

Bukan sekadar membantu—tapi benar-benar memimpin. Mengatur ratusan budak. Mengelola keuangan keluarga. Membuat keputusan bisnis yang akan menentukan nasib keluarga Anda. 

Di tahun 1739. 

Di South Carolina. 

Di era ketika perempuan bahkan tidak boleh memiliki properti. 

Inilah yang dihadapi Eliza Lucas ketika ayahnya, Kolonel George Lucas, tiba-tiba harus kembali ke Antigua untuk tugas militer. Dia meninggalkan putrinya yang masih remaja untuk mengurus tiga perkebunan keluarga: Wappoo, Garden Hill, dan Waccamaw. 

"Tidak masuk akal," kata semua orang. "Bagaimana mungkin seorang gadis kecil bisa mengurus perkebunan?" 

"Dia akan gagal," bisik para tetangga. "Keluarga Lucas akan bangkrut." 

"Seharusnya dia fokus mencari suami," desak ibunya, yang bermimpi kembali ke Inggris yang lebih "beradab." 

Tapi Eliza Lucas bukanlah gadis biasa. 

Dia adalah gadis yang akan mengubah warna biru menjadi emas. Yang akan menciptakan industri senilai jutaan dolar dari tanaman yang tidak ada yang percaya bisa tumbuh di tanah Amerika. Yang akan menjadi salah satu entrepreneur perempuan pertama di Amerika. 

Dan ketika dia meninggal pada tahun 1793, George Washington—Presiden Amerika Serikat—akan menjadi pembawa peti jenazahnya.

Ini adalah kisah Indigo Girl—gadis yang membuktikan bahwa keberanian, kecerdasan, dan tekad bisa mengalahkan segala rintangan. Bahkan di dunia yang dirancang untuk melawan Anda. 

Mari kita mulai dari perkebunan Wappoo, di mana seorang remaja akan mengubah sejarah.

 


1 dari 11