Dunia yang Tidak Pernah Kita Lihat
Bayangkan Anda sedang berjalan di taman bersama anjing Anda.
Anda melihat: rumput hijau, langit biru, beberapa orang di kejauhan, pohon-pohon.
Anjing Anda? Dia melihat dunia yang sama sekali berbeda.
Warna-warna yang Anda lihat—merah cerah dari bunga mawar, hijau rumput—dia lihat sebagai nuansa kuning dan biru. Tapi dia mencium peta aroma yang tidak terlihat oleh Anda: jejak setiap anjing yang lewat tiga jam lalu, sisa urin yang menandai teritori, aroma tikus yang bersembunyi di semak-semak 20 meter dari sana, bahkan perubahan hormonal dalam tubuh Anda yang menandakan Anda sedang stress.
Seekor lebah yang hinggap di bunga di samping Anda? Dia melihat pola ultraviolet pada kelopak bunga—seperti runway lights yang mengarahkan dia ke nektar—yang sama sekali tidak terlihat oleh mata manusia.
Kelelawar yang terbang di atas kepala Anda? Dia "melihat" dunia dengan suara—mengkonstruksi gambar 3D dari echo yang memantul dari setiap objek, mendengar tekstur, bentuk, bahkan detak jantung serangga kecil di udara.
Ini bukan fantasi. Ini adalah realitas.
Ed Yong, jurnalis sains pemenang Pulitzer Prize, menghabiskan bertahun-tahun meneliti pertanyaan yang mengubah cara kita memahami dunia:
"Bagaimana rasanya menjadi hewan lain?"
Bukan dalam arti metafora. Tapi secara literal: Bagaimana dunia terlihat, tercium, terdengar, terasa bagi makhluk dengan sistem sensorik yang sangat berbeda dari kita?
Jawabannya membuka dunia yang—meskipun ada di sekitar kita setiap hari—sepenuhnya tersembunyi dari pengalaman manusia.
Buku "An Immense World" adalah undangan untuk melihat realitas dari mata (dan hidung, dan telinga, dan sensor listrik) makhluk lain. Dan begitu Anda melihatnya, Anda tidak akan pernah melihat dunia dengan cara yang sama lagi.
Mari kita mulai perjalanan ini.