Pertanyaan yang Membuat Marah Semua Orang
Bayangkan Anda duduk di ruang tamu bersama keluarga. Anak Anda baru saja pulang dengan rapor penuh nilai A. Semua orang bangga. Kakek-nenek tersenyum lebar. "Anak pintar," kata mereka. "Nanti pasti sukses."
Lalu Anda bertanya: "Apakah nilai bagus menjamin dia akan kaya?"
Ruangan jadi hening.
"Tentu saja!" jawab seseorang. "Nilai bagus → universitas bagus → pekerjaan bagus → gaji besar → kaya!"
"Benarkah?" tanya Anda lagi. "Lalu mengapa begitu banyak orang berpendidikan tinggi hidup dari gaji ke gaji, terjebak utang, dan tidak pernah benar-benar kaya?"
Lebih hening lagi.
Inilah pertanyaan yang Robert Kiyosaki ajukan pada tahun 1992 dalam buku paling kontroversialnya: "If You Want To Be Rich & Happy, Don't Go To School."
Judulnya saja sudah membuat marah:
● Guru marah: "Anda meremehkan pendidikan!"
● Orang tua marah: "Anda menyuruh anak-anak drop out?"
● Akademisi marah: "Ini anti-intelektual!"
Tapi tunggu. Sebelum Anda juga marah, dengarkan dulu apa yang sebenarnya Kiyosaki katakan.
Dia tidak bilang: "Jangan belajar."
Dia bilang: "Sistem pendidikan tradisional tidak dirancang untuk membuat Anda kaya. Sistem itu dirancang untuk membuat Anda menjadi karyawan yang baik."
Dan ada perbedaan besar antara keduanya.
Mari kita mulai dengan pertanyaan fundamental: Untuk apa sekolah sebenarnya ada?