Satu Kamera, Satu Misi, Satu Juta Cerita
Bayangkan Anda berjalan di jalan yang sama dengan 8 juta orang lainnya setiap hari.
Mereka lewat di samping Anda dalam kereta bawah tanah—wajah-wajah yang menatap layar ponsel, mata yang menatap kosong ke depan, jiwa-jiwa yang tersembunyi di balik earphone dan rutinitas. Orang asing yang akan tetap asing selamanya.
Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, Staten Island. Lima borough yang membentuk New York City. Sebuah kota di mana Anda bisa merasa sangat sendirian meskipun dikelilingi oleh jutaan manusia.
Lalu datang seorang pria dengan kamera, memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sederhana namun revolusioner:
Dia mulai menyapa orang asing.
"Boleh saya ambil foto Anda?"
Brandon Stanton adalah mantan bond trader dari Chicago yang kehilangan pekerjaannya tahun 2010. Alih-alih mencari kerja yang sama, dia membuat keputusan gila: membeli kamera dan pindah ke New York dengan rencana untuk memotret 10.000 penduduk kota dan memplotnya dalam peta.
Sebuah "sensus fotografis" dari kota terbesar Amerika.
Yang dimulai sebagai proyek fotografi ambisius berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar: jendela ke dalam jiwa manusia.
"Humans of New York" bukan sekadar kumpulan foto. Ini adalah mosaik kehidupan manusia. Setiap wajah bercerita. Setiap kutipan mengungkap kebenaran. Setiap halaman mengingatkan kita bahwa di balik penampilan luar, setiap orang memiliki cerita yang luar biasa.