Surat yang Ditulis di Tulang Burung
Bayangkan ini: Anda baru saja memenangkan pertempuran yang mengubah sejarah. Medan perang masih berasap. Tubuh-tubuh berserakan. Anda—agen terbaik faksi Anda—berdiri di antara reruntuhan, sempurna dan tak tersentuh.
Lalu Anda melihatnya.
Sebuah surat. Ditulis di tulang burung yang terbakar. Hanya empat kata:
"Burn before reading."
Anda tahu siapa pengirimnya. Musuh bebuyutan Anda. Agen terbaik dari faksi lawan. Orang yang selama ini Anda kejar melintasi waktu. Orang yang pekerjaannya adalah menghancurkan semua yang Anda bangun.
Anda seharusnya melaporkan ini. Menghancurkan surat ini. Melanjutkan misi Anda.
Tapi Anda tidak melakukan itu.
Sebaliknya, Anda membacanya. Dan kemudian Anda menulis balasan.
Dengan tindakan sederhana itu, Anda memulai sesuatu yang tidak dapat dihentikan. Sesuatu yang akan mengubah Anda. Sesuatu yang mungkin akan menghancurkan Anda.
Karena ini bukan sekadar surat. Ini adalah awal dari korespondensi paling berbahaya dalam sejarah waktu itu sendiri.
"This Is How You Lose The Time War" adalah kisah tentang Red dan Blue—dua agen dari faksi yang berperang melintasi waktu dan realitas. Mereka adalah musuh. Mereka diciptakan untuk menghancurkan satu sama lain.
Tapi kemudian mereka mulai menulis surat.
Dan dalam surat-surat itu, sesuatu yang tidak mungkin terjadi: mereka jatuh cinta.
Ini bukan cerita cinta biasa. Ini adalah cinta yang ditulis di lava gunung berapi, diukir di cincin pohon, disembunyikan dalam DNA virus. Ini adalah cinta yang melawan faksi mereka, melawan atasan mereka, melawan logika waktu itu sendiri.
Ini adalah cerita tentang bagaimana dua senjata—dua alat perang—menemukan kemanusiaan mereka.
Dan bagaimana cinta itu, pada akhirnya, adalah tindakan pemberontakan paling radikal.
Mari kita mulai.