Ukuran teks
18

Teman Sekelas yang Kehilangan Segalanya

Tahun 2009. Clayton Christensen berdiri di depan mahasiswa Harvard Business School untuk memberikan pidato kelulusan terakhir sebelum pensiun. 

Dia melihat wajah-wajah muda yang penuh ambisi. Lulusan terbaik dari program MBA paling prestisius di dunia. Mereka akan bergabung dengan McKinsey, Goldman Sachs, Google, startup unicorn. Gaji awal mereka $150,000-$300,000. Masa depan cerah di depan mata. 

Tapi Christensen tidak bicara tentang strategi bisnis atau cara memaksimalkan keuntungan perusahaan. 

Dia bicara tentang sesuatu yang lebih penting. 

Dia menceritakan tentang teman-teman sekelasnya—lulusan Harvard Business School 30 tahun yang lalu. Orang-orang yang sama brilian, sama ambisius, sama penuh potensi dengan mereka yang duduk di hadapannya hari itu. 

Tiga puluh tahun kemudian, di reuni, Christensen melihat apa yang terjadi:

Banyak dari mereka yang paling sukses secara profesional ternyata paling tidak bahagia. 

● Seorang CEO Fortune 500 yang hampir tidak mengenal anak-anaknya

● Managing director bank investasi yang sedang proses perceraian ketiga

● Partner law firm yang mengaku hidupnya terasa kosong meskipun penghasilannya puluhan miliar per tahun 

● Beberapa yang bahkan masuk penjara karena fraud—orang-orang yang dulu punya integritas tinggi, tapi perlahan-lahan berkompromi sampai kehilangan segalanya 

"Saya tidak ingin kalian mengalami nasib yang sama," kata Christensen.

Lalu dia mengajukan tiga pertanyaan yang mengubah cara ribuan orang mengukur hidup mereka: 

1. Bagaimana saya bisa yakin bahwa saya akan menemukan kebahagiaan dalam karir saya? 

2. Bagaimana saya bisa yakin bahwa hubungan saya dengan keluarga akan menjadi sumber kebahagiaan yang berkelanjutan? 

3. Bagaimana saya bisa yakin bahwa saya akan menjalani hidup dengan integritas? 

Pidato itu menjadi viral. Jutaan orang menontonnya. Dan pada tahun 2012, Christensen mengembangkannya menjadi buku yang mengubah hidup banyak orang. 

Ini bukan buku self-help biasa. Ini adalah aplikasi dari teori bisnis paling powerful untuk pertanyaan paling penting dalam hidup: Bagaimana mengukur kesuksesan hidup Anda? 

Mari kita mulai.

 


1 dari 9