Kamu yang Melukai, Kamu yang Menyembuhkan
Berapa kali kamu bertemu seseorang yang baik, yang mencintaimu dengan tulus—lalu kamu sabotase hubungan itu?
Berapa kali kamu punya kesempatan bagus—pekerjaan, persahabatan, peluang—tapi kamu mundur karena takut gagal?
Berapa kali kamu mengatakan "ya" padahal seluruh tubuhmu berteriak "tidak," hanya karena kamu takut mengecewakan orang lain?
Berapa kali kamu menunggu seseorang yang jelas tidak mencintaimu dengan harapan yang semakin menipis, sambil mengabaikan orang-orang yang benar-benar peduli?
Kalau kamu menjawab "terlalu sering" untuk pertanyaan-pertanyaan ini, kamu tidak sendirian. Dan ini bukan salahmu—tapi ini tanggung jawabmu untuk berhenti.
Meggan Roxanne menulis buku ini dari tempat yang sangat personal: sebagai seseorang yang menghabiskan bertahun-tahun dalam siklus merusak diri sendiri. Jatuh cinta dengan orang yang salah. Lari dari orang yang benar. Mengorbankan kebutuhannya demi validasi orang lain. Mengulangi pola yang sama sambil berharap hasil yang berbeda.
Sampai suatu hari dia menyadari kebenaran yang menyakitkan: Orang yang paling sering mematahkan hatinya adalah dirinya sendiri.
Bukan mantan yang toxic. Bukan teman yang mengkhianati. Bukan keluarga yang tidak mendukung. Mereka memang menyakitkan. Tapi yang membuat dia terus kembali, terus bertahan, terus menerima perlakuan buruk—itu adalah pilihannya sendiri.
Dan begitu dia menyadari ini, segalanya berubah.
Karena jika kamu yang mematahkan hatimu sendiri, berarti kamu juga yang bisa menyembuhkannya.
Mari kita mulai dengan pertanyaan yang mungkin sulit dijawab: Mengapa kita terus menyakiti diri sendiri?