Pertanyaan yang Tidak Pernah Kita Ajukan
Bayangkan ini: Anda duduk di depan masalah yang rumit.
Mungkin soal matematika yang membingungkan. Mungkin masalah bisnis yang kompleks. Mungkin keputusan hidup yang sulit. Atau sekadar mencoba memperbaiki mesin yang rusak.
Apa yang Anda lakukan?
Kebanyakan orang langsung mencoba solusi pertama yang terlintas. Tidak berhasil. Mencoba yang kedua. Gagal lagi. Mencoba yang ketiga dengan frustasi. Menyerah. Atau menelepon seseorang untuk minta tolong.
Tapi pernahkah Anda bertanya: "Bagaimana seharusnya saya mendekati masalah ini?"
Tidak "apa solusinya?" tetapi "bagaimana cara berpikir tentang masalah ini?"
Kebanyakan tidak pernah. Karena kita tidak pernah diajar bagaimana cara memecahkan masalah.
Di sekolah, kita diajar konten—rumus matematika, tanggal sejarah, aturan grammar. Tapi hampir tidak ada yang mengajar kita proses—bagaimana mendekati masalah yang tidak pernah kita lihat sebelumnya.
George Polya, matematikawan jenius dari Stanford University, menghabiskan hidupnya mengamati bagaimana pemecah masalah yang hebat berpikir. Dan dia menemukan sesuatu yang mengejutkan:
Mereka tidak lebih pintar. Mereka hanya punya metode yang lebih baik.
Pada tahun 1945, dia menerbitkan "How to Solve It"—buku tipis yang mengubah cara jutaan orang memecahkan masalah. Buku ini sudah terjual lebih dari satu juta eksemplar dan diterjemahkan ke 17 bahasa.
Mengapa? Karena metode Polya bekerja untuk masalah apa pun—dari soal matematika hingga dilema kehidupan.
Mari kita pelajari bagaimana pikiran jenius memecahkan masalah.