Momen Memalukan yang Kita Semua Alami
Bayangkan ini:
Anda di sebuah acara networking. Seseorang mendekati Anda dengan senyum lebar, mengulurkan tangan, dan berkata, "Senang bertemu lagi! Bagaimana proyek yang kita bicarakan bulan lalu?"
Anda membalas jabat tangannya. Senyum Anda mengembang. Tapi di dalam kepala, panik total:
"Siapa orang ini? Di mana kita bertemu? Proyek apa?"
Anda bergumam sesuatu yang tidak jelas. Percakapan menjadi canggung. Orang itu pergi dengan ekspresi sedikit terluka—dan Anda tahu Anda baru saja kehilangan kesempatan penting.
Atau mungkin ini:
Boss Anda memperkenalkan Anda kepada klien besar. "Ini David Chen, direktur procurement." Anda jabat tangan, ngobrol 5 menit, lalu... kosong. Sepuluh menit kemudian Anda harus memanggil dia, tapi namanya sudah hilang dari memori.
Atau yang paling memalukan:
Anda bertemu teman lama di mal. Anda ngobrol 15 menit. Tapi Anda tidak bisa memperkenalkan dia ke istri Anda—karena Anda lupa namanya.
Kita semua pernah di sana.
Dan kita semua tahu rasanya: memalukan, tidak profesional, bahkan tidak sopan.
Tapi inilah kabar baiknya: Melupakan nama bukan karena memori Anda buruk. Anda hanya belum pernah diajarkan cara mengingat yang benar.
Dale Carnegie, penulis legendaris "How to Win Friends and Influence People," menghabiskan bertahun-tahun mengajarkan ribuan orang untuk menguasai seni mengingat nama dan wajah. Dan dia menemukan sesuatu yang mengejutkan:
Hampir semua orang bisa mengingat nama dan wajah dengan sempurna—jika mereka tahu tekniknya.
Ini bukan tentang genetik. Bukan tentang IQ. Ini tentang sistem.
Mari kita pelajari sistem itu.