Rahasia yang Bos Tidak Beritahu Anda
Bayangkan dua orang bekerja di perusahaan yang sama. Jabatan sama. Tugas sama. Jam kerja sama.
Lima tahun kemudian:
Orang pertama masih di posisi yang sama, dengan gaji yang hanya naik sedikit mengikuti inflasi. Dia mengeluh: "Perusahaan ini tidak menghargai karyawan. Bos saya pelit. Saya tidak pernah dapat kesempatan."
Orang kedua sudah promosi dua kali. Gajinya naik 150%. Dia dipercaya proyek penting. Bos memintanya untuk memberikan input dalam keputusan strategis.
Apa bedanya?
Bukan keberuntungan. Bukan koneksi. Bukan nepotisme.
Perbedaannya adalah orang kedua tahu rahasia yang orang pertama tidak tahu: gaji Anda tidak ditentukan oleh seberapa lama Anda bekerja atau seberapa keras Anda bekerja—gaji Anda ditentukan oleh seberapa berharga Anda bagi perusahaan.
Napoleon Hill menulis "How To Raise Your Own Salary" pada tahun 1953 dengan satu tujuan sederhana: mengajarkan pekerja biasa bagaimana membuat diri mereka luar biasa berharga—sehingga kenaikan gaji menjadi tak terelakkan.
Ini bukan buku tentang bagaimana meminta kenaikan gaji. Ini buku tentang bagaimana menjadi orang yang harus diberi kenaikan gaji—atau kompetitor akan mencurinya.
Hill tidak berbicara teori. Dia mewawancarai ratusan eksekutif top—termasuk Henry Ford, Thomas Edison, Andrew Carnegie—dan bertanya: "Apa yang membuat Anda mempromosikan seseorang? Apa yang membuat Anda menaikkan gaji mereka?"
Jawabannya mengejutkan sederhana. Dan aplikabel untuk siapa pun—dari fresh graduate hingga manajer senior.
Mari kita mulai dengan pertanyaan fundamental:
Apakah Anda bekerja untuk perusahaan Anda, atau perusahaan Anda bekerja untuk Anda?