Pukul 5 Pagi di Gym yang Sepi
Nama saya bukan penting. Tapi cerita saya mungkin familiar.
Pukul 5 pagi. Alarm berbunyi. Saya sudah set pakaian olahraga di samping tempat tidur semalam—strategi "mengurangi friction" yang saya baca di artikel motivasi.
Saya menatap pakaian itu. Lalu menatap langit-langit. Lalu menatap pakaian lagi.
"Besok saja," bisik setan kecil di kepala saya. "Hari ini kamu capek. Kamu butuh istirahat. Lagipula, satu hari skip tidak akan membuat perbedaan..."
Alarm snooze. Lima menit kemudian, alarm lagi. Snooze lagi.
Pukul 6:30, saya bangun dengan perasaan bersalah. Lagi. Untuk kesekian kalinya minggu ini.
Ini bukan tentang gym. Ini tentang pola.
Pola yang sama terjadi ketika saya harus:
● Mulai project penting tapi menakutkan
● Membuat phone call yang awkward tapi perlu
● Belajar skill baru yang sulit
● Melakukan pekerjaan administratif yang membosankan
● Menghadapi percakapan sulit dengan seseorang
Saya tahu saya harus melakukannya. Saya bahkan ingin hasilnya. Tapi ada jarak antara knowing dan doing—sebuah jurang yang tampaknya tidak bisa saya lewati.
Mungkin Anda mengenal perasaan ini.
Peter Hollins, psikolog dan penulis yang mengkhususkan diri pada self-improvement praktis, menghabiskan bertahun-tahun meneliti pertanyaan ini: Mengapa kita tidak melakukan hal-hal yang kita tahu penting?
Dan lebih penting lagi: Bagaimana kita bisa melakukannya—bahkan ketika kita sangat tidak ingin?
"How to Do Things You Hate" bukan buku motivasi yang penuh dengan quote inspiratif dan energy tinggi. Ini adalah manual psikologi praktis untuk orang-orang yang sudah lelah dengan motivasi kosong dan butuh strategi nyata untuk melakukan pekerjaan yang harus dilakukan.
Buku ini ditulis untuk Anda yang pukul 5 pagi—ketika motivasi tidur lebih nyenyak daripada Anda.
Mari kita mulai.