Ukuran teks
18

Keputusan Terbaik yang Berakhir Buruk

Tahun 2015, Seattle Seahawks berada di yard line satu, tinggal 26 detik dari memenangkan Super Bowl kedua berturut-turut. 

Mereka punya Marshawn Lynch—running back terbaik liga yang dijuluki "Beast Mode." Semua orang tahu apa yang harus dilakukan: berikan bola ke Lynch, dia akan menerobos satu yard, touchdown, game over. 

Tapi pelatih Pete Carroll membuat keputusan berbeda: passing play. 

Quarterback Russell Wilson melempar. Bola di-intercept. Permainan berakhir. Seahawks kalah. 

Media meledak. Fans marah. Komentator menyebutnya "keputusan terburuk dalam sejarah Super Bowl." 

Tapi tunggu dulu. 

Mari kita lihat faktanya: 

● Passing play dari yard line satu berhasil 67% dari waktu 

● Jika gagal, masih ada timeout untuk mencoba lagi 

● Tim lawan tidak mengharapkan passing, jadi ada elemen surprise 

● Running play lebih predictable 

Dengan kata lain: secara statistik, ini adalah keputusan yang bagus.

Hanya saja hasilnya buruk. 

Inilah yang Annie Duke—mantan juara poker dunia dan ahli decision science—sebut resulting: kita menilai kualitas keputusan berdasarkan hasil, bukan berdasarkan proses. 

Dan ini adalah kesalahan terbesar yang kita buat dalam hidup. 

Karena jika kita hanya belajar dari hasil, kita akan:

● Mengulangi keputusan buruk yang kebetulan berhasil 

● Menghindari keputusan bagus yang kebetulan gagal 

● Tidak pernah benar-benar menjadi pembuat keputusan yang lebih baik 

Duke menghabiskan 20 tahun bermain poker profesional—permainan di mana keputusan bagus sering menghasilkan hasil buruk, dan keputusan buruk kadang menghasilkan hasil bagus. Dia belajar memisahkan keduanya. 

Dan sekarang, dia mengajarkan kita bagaimana melakukannya dalam kehidupan nyata.

 


1 dari 9