Ukuran teks
18

Perusahaan yang Tidak Seharusnya Ada

Tahun 1987. Shenzhen, China Selatan. 

Seorang pria berusia 43 tahun—terlalu tua untuk memulai startup, terlalu miskin untuk punya modal, terlalu traumatis setelah dipecat dari pekerjaan sebelumnya—meminjam 21.000 yuan (sekitar $3.000) dan mendirikan perusahaan kecil di apartemen sempit. 

Perusahaan itu menjual switchboard telepon impor dari Hong Kong. Tidak ada yang istimewa. Tidak ada teknologi canggih. Hanya pria dengan koneksi militer mencoba bertahan hidup. 

Namanya: Ren Zhengfei. 

Perusahaannya: Huawei. 

Tiga puluh lima tahun kemudian, Huawei menjadi: 

● Produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia 

● Pesaing terbesar Apple dan Samsung dalam smartphone 

● Pemimpin teknologi 5G global 

● Perusahaan dengan 197.000 karyawan di 170+ negara 

● Pendapatan tahunan $100+ miliar 

Dan juga: 

● Target sanksi Amerika Serikat 

● Tersangka spionase oleh pemerintah Barat 

● Simbol ketegangan teknologi AS-China 

● Perusahaan paling kontroversial di dunia 

Bagaimana sebuah perusahaan yang dimulai di apartemen kecil oleh mantan tentara yang bangkrut bisa menjadi raksasa teknologi yang mengancam dominasi Amerika—dan memicu perang dingin baru?

Inilah kisah House of Huawei—cerita tentang ambisi, paranoia, inovasi, dan misteri yang mengubah lanskap teknologi global. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 11