Dam Square, 1970
Amsterdam, musim panas 1970.
Seorang pemuda Brazil berusia 23 tahun duduk di tepi Dam Square, menonton arus manusia yang datang dan pergi. Rambut panjang. Pakaian compang-camping. Kantong hampir kosong.
Namanya Paulo. Dan dia tersesat.
Bukan tersesat secara geografis—dia tahu dia di Amsterdam. Tapi tersesat dalam arti yang lebih dalam. Dia tidak tahu siapa dia. Tidak tahu apa yang dia cari. Hanya tahu satu hal: dia tidak ingin kembali ke kehidupan yang dia tinggalkan.
Kehidupan di Brazil yang penuh ekspektasi. Keluarga yang menginginkannya menjadi insinyur atau pengacara. Masyarakat yang menuntutnya "normal." Sebuah masa depan yang sudah ditentukan—aman, terprediksi, mati rasa.
Jadi dia melarikan diri. Seperti ribuan anak muda lainnya di tahun 1970-an, dia bergabung dengan gerakan yang disebut hippies—anak-anak muda yang menolak materialisme, yang mencari makna hidup di luar uang dan status, yang percaya pada cinta, kebebasan, dan perdamaian.
Tapi setelah berbulan-bulan berkelana—dari Brazil ke Bolivia, Chile, Peru, dan akhirnya Eropa—Paulo mulai menyadari sesuatu yang meresahkan:
Melarikan diri dari sesuatu itu mudah. Tapi lari menuju apa?
Dia duduk di Dam Square, merokok, menonton matahari terbenam di atas canal, dan bertanya-tanya apakah dia akan selamanya menjadi pengembara tanpa tujuan.
Lalu dia melihatnya.
Seorang wanita duduk sendirian di seberang square. Rambut panjang bergelombang. Mata yang tampak seperti melihat sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Ada aura tenang di sekitarnya—seperti mata badai.
Mata mereka bertemu. Dan dalam sekejap, Paulo tahu: Pertemuan ini akan mengubah segalanya.
Namanya Karla. Wanita Belanda yang juga sedang mencari sesuatu. Dan tanpa mereka sadari, pertemuan di Dam Square itu adalah awal dari perjalanan yang akan membawa mereka melintasi benua, melewati pegunungan dan gurun, menuju Nepal—dan lebih jauh lagi, menuju jawaban yang mereka cari.
Ini adalah kisah "Hippie"—novel semi-otobiografi Paulo Coelho tentang perjalanan yang mengubah hidupnya. Tentang pencarian, cinta, kebebasan, dan pertanyaan yang kita semua hadapi: Siapa saya? Dan apa yang benar-benar saya inginkan dari hidup ini?
Mari kita mulai perjalanan.