Permainan yang Mengubah Hidup
Bayangkan Anda adalah Johanna Parry—perempuan lajang berusia 40-an, tidak cantik, tidak menarik, bekerja sebagai pengurus rumah tangga. Tidak ada yang pernah mencintai Anda. Tidak ada yang pernah melihat Anda sebagai perempuan yang layak dicintai.
Lalu suatu hari, Anda menerima surat.
Surat dari Ken Boudreau—pria yang Anda rawat rumahnya, mantan suami dari majikan Anda yang sudah meninggal. Pria yang jarang bicara kepada Anda. Pria yang tinggal jauh di kota lain.
Dalam surat itu, dia bilang dia merindukan Anda. Dia bilang dia memikirkan Anda setiap hari. Dia bilang dia ingin Anda datang kepadanya, memulai kehidupan bersama.
Hati Anda yang selama ini tertutup tiba-tiba terbuka. Untuk pertama kalinya dalam hidup, seseorang menginginkan Anda.
Anda jual semua yang Anda punya. Anda naik bus melintasi negara bagian. Anda datang ke alamat yang dia tulis, dengan harapan yang membuncah.
Dan ketika Anda sampai, Anda menemukan kebenaran yang menghancurkan: Surat itu palsu.
Dua gadis remaja iseng membuatnya sebagai lelucon kejam. Ken tidak pernah menulis surat itu. Dia bahkan tidak tahu Anda datang. Dia adalah pecandu narkoba yang hidupnya berantakan, tinggal di apartemen kumuh.
Apa yang akan Anda lakukan?
Pulang dengan malu? Mengakui bahwa Anda tertipu, bahwa tidak ada yang benar-benar mencintai Anda?
Atau Anda mengambil keputusan yang mengejutkan semua orang—termasuk diri sendiri?
Inilah cerita pembuka dalam "Hateship, Friendship, Courtship, Loveship, Marriage"—koleksi cerpen Alice Munro yang mengeksplorasi spektrum lengkap hubungan manusia, dari kebencian hingga cinta, dari keputusasaan hingga harapan.
Mari kita masuki dunia Munro—dunia yang terasa begitu nyata karena dia menulis tentang kehidupan seperti apa adanya: rumit, ambigu, dan penuh dengan kejutan yang tak terduga.