Ketika Mimpi Berubah Menjadi Mimpi Buruk
Pukul 3 pagi. Ben Horowitz terbangun dengan keringat dingin membasahi tubuhnya. Untuk kesekian kalinya minggu ini, ia tidak bisa tidur. Pikirannya dipenuhi satu pertanyaan yang menakutkan: Apakah perusahaannya akan bangkrut?
Loudcloud, perusahaan yang ia dirikan dengan Marc Andreessen, sedang dalam kondisi kritis. Dotcom bubble baru saja meledak. Investor panik. Pelanggan menghilang. Uang di bank menipis. Dan Ben harus menghadapi kenyataan pahit: mungkin ia harus mem-PHK ratusan orang—termasuk teman-temannya sendiri.
Ini bukan tentang menetapkan visi yang besar. Itu mudah. Ini tentang memecatkan orang-orang yang Anda cintai ketika Anda gagal mencapai visi itu. Ini tentang menatap kebangkrutan di mata dan tetap harus memimpin dengan kepala tegak. Ini tentang membuat keputusan yang tidak ada satu pun orang yang ingin membuat.
Inilah hal sulit tentang hal-hal sulit.
Sebagian besar buku bisnis berbicara tentang kesuksesan. Mereka memberikan formula lima langkah untuk membangun perusahaan unicorn. Mereka menceritakan kisah kemenangan yang telah dipoles. Mereka membuat semuanya terdengar mudah.
Ben Horowitz berbeda. Ia tidak memberi Anda formula. Ia tidak menjual mimpi indah. Ia memberitahu Anda kebenaran brutal tentang apa yang sebenarnya diperlukan untuk membangun dan menjalankan perusahaan.
Karena kenyataannya, tidak ada resep untuk memimpin kelompok orang keluar dari masalah. Tidak ada buku panduan untuk menghadapi kegagalan yang hampir pasti. Tidak ada rumus untuk membuat keputusan ketika setiap pilihan terasa seperti pilihan yang salah.
Ben tahu ini karena ia telah hidup melalui semuanya. Ia mendirikan Loudcloud, hampir bangkrut, mengubahnya menjadi Opsware, dan akhirnya menjualnya ke Hewlett-Packard seharga 1,6 miliar dolar AS. Ia telah mem-PHK ratusan orang. Ia telah memecat teman-teman terbaiknya. Ia telah membuat keputusan yang membuat ia muntah di toilet kantor.
Dan sekarang, sebagai co-founder dari Andreessen Horowitz—salah satu firma venture capital paling dihormati di Silicon Valley—ia membagikan pelajaran-pelajaran yang tidak pernah Anda pelajari di sekolah bisnis.
Ini bukan kisah kemenangan yang penuh inspirasi. Ini adalah panduan bertahan hidup untuk saat-saat tergelap dalam perjalanan entrepreneurship Anda.
Mari kita mulai.