Ukuran teks
18

Uang yang Tersenyum

Suatu hari, saya menghadiri sebuah pesta. Seorang wanita yang baru saya temui tiba-tiba meminta sesuatu yang aneh: "Bolehkah saya melihat dompet Anda?" 

Sedikit ragu, saya menyerahkannya. Dia membuka dompet saya dan mulai memeriksa uang kertas satu per satu. 

"Yang ini bagus," katanya sambil tersenyum. "Yang ini juga bagus. Dan yang ini... sempurna!" 

Dia mengembalikan dompet saya dengan ucapan selamat. "Uang Anda semua bahagia. Semuanya tersenyum." 

Saya bingung. Sebagai penulis yang telah menulis lebih dari 100 buku tentang uang, saya pikir saya sudah tahu segalanya. Tapi ini? Uang bisa tersenyum? 

Wanita misterius itu menjelaskan: uang membawa energi dari cara ia diberikan dan diterima. Uang yang diberikan dengan amarah atau rasa bersalah adalah uang yang tidak bahagia. Uang yang diberikan dengan sukacita dan cinta adalah uang yang bahagia. 

Momen itulah yang mengubah cara saya memandang uang selamanya. 

Selama 25 tahun, saya telah mewawancarai lebih dari 12.000 orang kaya di Jepang. Saya telah mempelajari rahasia kekayaan mereka, strategi investasi mereka, kebiasaan mereka. 

Tapi yang paling mengejutkan dari semua penelitian saya ini: Orang yang paling kaya bukan selalu yang paling bahagia. Dan orang yang paling bahagia tidak selalu yang paling kaya. 

Perbedaan sebenarnya bukan pada jumlah uang yang mereka miliki. Perbedaannya adalah pada hubungan mereka dengan uang. 

Selamat datang di dunia Happy Money—di mana kita belajar bahwa bukan berapa banyak uang yang Anda miliki yang penting, tetapi bagaimana perasaan Anda tentang uang itu.

 


1 dari 12