Pertanyaan yang Mengejutkan
Coba jawab dengan jujur:
Berapa banyak waktu yang Anda habiskan dalam seminggu untuk merasa khawatir, stres, atau tidak puas dengan hidup Anda?
Sekarang pertanyaan kedua: Berapa banyak usaha yang Anda lakukan untuk mencoba merasa lebih bahagia—membaca buku motivasi, scroll Instagram untuk inspirasi, membeli barang baru, merencanakan liburan berikutnya?
Dan pertanyaan ketiga, yang paling penting: Apakah semua usaha itu benar-benar membuat Anda lebih bahagia?
Jika jawaban Anda "tidak"—atau paling tidak "tidak untuk waktu lama"—Anda tidak sendirian.
Dr. Russ Harris, dokter dan psikoterapis asal Australia, menemukan sesuatu yang mengejutkan setelah bertahun-tahun mengamati pasien dan meneliti psikologi manusia:
Cara kita mencoba mencari kebahagiaan justru yang membuat kita sengsara.
Kita hidup di era dengan standar hidup tertinggi dalam sejarah manusia. Lebih banyak uang. Lebih banyak makanan. Lebih baik kesehatan. Lebih banyak hiburan. Lebih banyak kebebasan.
Tapi tingkat depresi, kecemasan, dan stres juga meningkat drastis. Hampir satu dari dua orang akan mengalami periode dalam hidup di mana mereka mempertimbangkan bunuh diri selama dua minggu atau lebih.
Ada yang salah dengan perhitungan kita.
Dan yang salah adalah ini: Kita telah terjebak dalam perangkap kebahagiaan.
Buku "The Happiness Trap" berbasis pada Acceptance and Commitment Therapy (ACT)—pendekatan revolusioner yang didukung penelitian ilmiah selama puluhan tahun. ACT tidak mengajarkan cara baru untuk mengejar kebahagiaan. Sebaliknya, ACT mengajarkan cara untuk berhenti berjuang melawan kenyataan dan mulai hidup dengan bermakna.
Ini bukan buku self-help biasa yang menjanjikan kebahagiaan instan. Ini buku yang akan mengubah cara Anda memahami apa itu hidup yang baik—dan mengapa rasa sakit adalah bagian tak terpisahkan darinya.
Mari kita mulai dengan mengenali jebakan itu.