Ukuran teks
18

Formula yang Salah

Selama ini kita diajarkan sebuah formula sederhana: 

Kerja Keras → Kesuksesan → Kebahagiaan 

Dari kecil, pesan ini ditanamkan dalam pikiran kita. Guru bilang: "Belajar keras, masuk universitas bagus, lalu kamu akan bahagia." Orang tua berkata: "Dapatkan pekerjaan bagus, naik jabatan, maka hidup akan indah." Bos kita menjanjikan: "Capai target, dapat bonus, baru kamu bisa santai dan happy." 

Jadi kita mengejar. Nilai sempurna. Universitas bergengsi. Pekerjaan impian. Promosi demi promosi. Gaji lebih tinggi. Rumah lebih besar. 

Tapi ada masalah fundamental dengan formula ini: Setiap kali kita mencapai goal, otak kita menggeser garis finish. 

Anda masuk universitas? Bagus, sekarang harus dapat IPK tinggi. Dapat IPK tinggi? Bagus, sekarang harus dapat pekerjaan di perusahaan top. Dapat pekerjaan di perusahaan top? Bagus, sekarang harus naik jabatan. Naik jabatan? Bagus, sekarang target lebih tinggi lagi. 

Kebahagiaan selalu di depan sana, satu langkah lagi, satu pencapaian lagi—tapi tidak pernah benar-benar tiba. 

Dan kemudian Shawn Achor, setelah 12 tahun meneliti di Harvard, menemukan kebenaran yang mengejutkan: 

Formula itu TERBALIK. 

Bukan kesuksesan yang membawa kebahagiaan. Kebahagiaan yang membawa kesuksesan. 

Ketika otak Anda positif, Anda lebih kreatif, lebih termotivasi, lebih energik, lebih resilient, dan lebih produktif. Otak yang bahagia memiliki keunggulan biologis—"The Happiness Advantage"—dibanding otak yang netral atau negatif.

Dalam 200 studi yang melibatkan 275.000 orang di seluruh dunia, hasilnya konsisten: kebahagiaan mendorong kesuksesan di hampir setiap domain—pekerjaan, kesehatan, persahabatan, kreativitas, dan energi. 

Buku ini bukan tentang berpikir positif yang naif. Ini tentang sains yang solid tentang bagaimana Anda bisa me-rewire otak Anda untuk mendapat competitive advantage dalam kehidupan. 

Mari kita pelajari tujuh prinsip yang telah dibuktikan di ruang kelas Harvard hingga boardroom perusahaan Fortune 500 di 42 negara.

 


1 dari 11