Ukuran teks
18

Dunia yang Terlalu Dekat dengan Kenyataan

Bayangkan Anda bangun besok pagi dan menemukan: 

Rekening bank Anda dibekukan. Kartu kredit tidak berfungsi. Pekerjaan Anda hilang—bukan karena Anda dipecat, tetapi karena perempuan dilarang bekerja. 

Anda mencoba kabur bersama keluarga ke Kanada. Di perbatasan, tentara merebut anak Anda dari tangan Anda. Suami Anda ditembak di depan mata Anda. Anda diseret kembali. 

Tiga minggu kemudian, Anda berdiri di sebuah aula, mengenakan gaun merah panjang dan kerudung putih yang menutup wajah. Bersama ratusan perempuan lain yang sama, Anda dipaksa mendengarkan "Bibi" yang memberi tahu Anda tentang kehormatan baru Anda. 

Anda bukan lagi manusia dengan nama. Anda adalah rahim berjalan. 

Nama Anda yang dulu—identitas Anda—diambil. Sekarang Anda disebut "Offred"—milik Fred, seperti properti. 

Tugas Anda? Berbaring sebulan sekali sementara seorang Commander tua memperkosa Anda secara ritual, sementara istrinya memegang tangan Anda dan berpura-pura ini adalah "upacara suci." 

Jika Anda hamil, bayi akan diambil dan diberikan kepada istri Commander. Jika Anda tidak hamil setelah tiga penugasan, Anda akan dikirim ke "koloni"—tempat perempuan "tidak berguna" bekerja membersihkan limbah radioaktif sampai mati. 

Ini bukan sejarah kuno. Ini bukan fantasi alien di planet jauh. 

Ini adalah Amerika Serikat—beberapa tahun dari sekarang, dalam visi Margaret Atwood yang mengerikan dan profetik dalam "The Handmaid's Tale." 

Dan yang paling menakutkan? Tidak ada satu pun hal dalam buku ini yang tidak pernah terjadi dalam sejarah manusia yang sebenarnya.

Mari kita masuki dunia Gilead—dan mari kita pahami mengapa buku yang ditulis tahun 1985 ini masih berbicara langsung kepada kita hari ini.

 


1 dari 11