Pelajaran dari Ayah Kaya yang Mengubah Segalanya
Tahun 1973. Robert Kiyosaki, 26 tahun, duduk di kantor ayah kaya-nya—mentor bisnis yang telah mengajarinya tentang uang sejak usia 9 tahun.
"Robert," kata ayah kaya sambil menunjuk dua pria berbeda di luar jendela. "Kamu lihat pria pertama itu? Dia bekerja untuk perusahaan saya 30 tahun. Gaji bagus. Pensiun dijamin. Tapi dia akan pensiun dengan sangat sedikit uang. Tahu kenapa?"
Robert menggeleng.
"Karena dia pikir rumahnya adalah aset terbesar. Dia pikir tabungan dan deposito adalah investasi yang aman. Dia pikir bekerja keras dan naik jabatan adalah jalan menuju kekayaan."
Lalu ayah kaya menunjuk pria kedua.
"Pria itu? Dia bekerja untuk saya hanya 5 tahun. Lalu dia keluar. Sekarang dia punya 3 bisnis dan portofolio properti yang menghasilkan passive income $50,000 per bulan. Dalam 10 tahun, dia akan lebih kaya dari saya."
"Apa bedanya?" tanya Robert.
Ayah kaya tersenyum. "Yang pertama berinvestasi seperti orang miskin dan kelas menengah. Yang kedua berinvestasi seperti orang kaya. Perbedaannya bukan berapa banyak uang yang mereka punya—tapi apa yang mereka investasikan dan bagaimana mereka berinvestasi."
Percakapan itu mengubah hidup Robert Kiyosaki.
Selama 20 tahun berikutnya, dia belajar prinsip-prinsip investasi yang tidak diajarkan di sekolah. Prinsip yang membuat orang kaya semakin kaya, sementara orang miskin dan kelas menengah terjebak dalam rat race.
Dan pada tahun 1997, dia menulis "Rich Dad's Guide to Investing"—buku yang mengungkap apa yang diinvestasikan orang kaya yang tidak dilakukan orang miskin dan kelas menengah.
Buku ini bukan tentang tips saham atau trik cepat kaya. Ini tentang mindset fundamental yang membedakan investor kaya dari investor rata-rata.
Mari kita mulai.