Ukuran teks
18

Kartu Kredit di Atas Meja

Bayangkan ada dua orang duduk di hadapan Anda. 

Orang pertama mengangkat gunting. Dengan dramatis, dia memotong kartu kreditnya menjadi berkeping-keping. "Inilah jalan menuju kebebasan finansial!" katanya dengan bangga. "Hidup hemat, potong pengeluaran, simpan setiap sen. Itulah cara menjadi kaya." 

Orang kedua tersenyum. Dia meletakkan kartu kreditnya—masih utuh—di atas meja. "Kartu kredit ini," katanya, "adalah salah satu alat yang membantu saya membangun kekayaan. Bukan kartunya yang masalah. Tapi bagaimana Anda menggunakannya." 

Siapa yang benar? 

Selama puluhan tahun, kita dibombardir dengan nasihat finansial yang sama: potong kartu kredit Anda, hidup di bawah kemampuan, hemat, kurangi utang, investasi untuk jangka panjang. 

Nasihat ini tidak sepenuhnya salah—untuk orang tertentu. Tapi Robert Kiyosaki, penulis "Rich Dad Poor Dad" yang legendaris, mengajak kita melihat dari perspektif yang radikal berbeda. 

Dalam "Guide to Becoming Rich...Without Cutting Up Your Credit Cards," Kiyosaki menantang kebijaksanaan konvensional ini dengan satu premis sederhana namun powerful: 

Memotong kartu kredit tidak akan membuat Anda kaya. Belajar memanfaatkan dan mengelola utang—itulah yang akan membuat Anda kaya. 

Mengapa? Karena ada dua jenis utang yang sangat berbeda: utang buruk dan utang baik

Dan jika Anda punya pendidikan finansial yang solid, Anda akan tahu cara menggunakan utang baik untuk menjadi lebih kaya, lebih cepat—sambil mengendalikan utang buruk sehingga tidak menghancurkan Anda.

InilahperjalananyangakanmengubahcaraAndaberpikirtentanguang, utang, danjalan menujukebebasanfinansial.

 


1 dari 11