Ukuran teks
18

Orang yang Paling Tidak Mungkin

Bayangkan seorang pria berusia 38 tahun yang berdiri di trotoar kota Galena, Illinois, tahun 1860. 

Dia bekerja di toko kulit milik ayahnya—pekerjaan yang dia benci. Setiap hari, dia melayani pelanggan dengan canggung, menghitung uang dengan tangan yang lebih terbiasa memegang tali kekang kuda daripada pena. 

Penduduk kota melihatnya sebagai "Sam Grant si Pecundang"—mantan tentara yang dikeluarkan dari militer karena mabuk, petani yang gagal, penjual kayu bakar yang bangkrut. Bahkan ayahnya sendiri tidak percaya dia bisa menjalankan toko tanpa pengawasan. 

Rambutnya acak-acakan. Bajunya lusuh. Dia berjalan dengan kepala menunduk, menghindari tatapan orang. Kadang dia mabuk di siang hari. Istrinya, Julia, harus berjuang membesarkan empat anak dengan uang yang sangat terbatas. 

Jika Anda memberitahu orang-orang Galena bahwa dalam lima tahun pria ini akan menjadi jenderal paling kuat di Amerika, yang akan mengalahkan Robert E. Lee dan mengakhiri Perang Saudara—mereka akan mentertawakannya. 

Jika Anda mengatakan bahwa dalam sepuluh tahun dia akan menjadi Presiden Amerika Serikat—mereka akan menganggap Anda gila. 

Tapi itulah yang terjadi. 

Ulysses S. Grant adalah bukti hidup bahwa kegagalan masa lalu tidak menentukan masa depan. Bahwa orang yang paling tidak mungkin bisa menjadi pahlawan paling penting di saat yang paling krusial. 

Ron Chernow menghabiskan bertahun-tahun meneliti kehidupan Grant—membaca surat-suratnya, memoarnya, catatan orang-orang yang mengenalnya—untuk menjawab satu pertanyaan:

Bagaimana seorang pecundang alkoholik menjadi penyelamat bangsa?

Mari kita mulai dari awal yang sama sekali tidak menjanjikan.

 


1 dari 10