Ukuran teks
18

Kekurangan yang Tak Pernah Berakhir

Ada satu hal yang selalu kurang di dunia ini. 

Bukan uang. Bukan teknologi. Bukan bahkan ide-ide bagus. 

Yang kurang adalah keanggunan

Graceful—kata yang sulit diterjemahkan dengan sempurna. Bukan sekadar "anggun" dalam arti fisik. Ini tentang cara Anda bekerja, cara Anda berinteraksi, cara Anda membuat perbedaan di dunia. 

Seth Godin mendefinisikannya seperti ini: 

"Graceful adalah artistik, elegan, halus dan efektif. Graceful membuat sesuatu terjadi dan membawa cahaya, bukan panas." 

Audrey Hepburn itu graceful. Wayne Gretzky juga. 

Orang yang graceful menyelesaikan pekerjaan, tetapi dengan cara yang membuat Anda ingin melihatnya diulang lagi. Mereka menaikkan permainan semua orang di sekitar mereka, menciptakan perlombaan ke atas, bukan ke bawah. 

Tapi inilah bagian yang paling penting: tidak ada yang terlahir graceful. Ini bukan bakat. Ini pilihan. 

Setiap hari, kita mendapat kesempatan untuk melihat orang lain dari kacamata positif. Setiap hari, kita punya peluang memberikan dukungan, kepercayaan, dan keyakinan kita kepada orang lain. 

Namun hampir setiap hari, kita ragu-ragu. 

Ada begitu banyak hal dalam agenda kita. Begitu banyak orang yang menginginkan perhatian kita. Begitu banyak tugas, kewajiban—tentu saja menggoda untuk sekadar menyelesaikannya asal jadi.

Tapi tidak ada jalan pintas yang akan membuat dampak seperti yang Anda mampu buat. Dan tidak ada pendekatan itu yang akan membawa Anda lebih dekat kepada orang-orang yang Anda layani. 

Era industri sedang berakhir. Era baru dimulai. Era yang menghasilkan seni alih-alih sekadar barang. Era yang memberi penghargaan pada keanggunan. 

Dan buku ini—30 ide pendek dari Seth Godin—adalah panduan untuk hidup di era baru itu.

 


1 dari 14