Ukuran teks
18

Surat dari Tahun 2100

Bayangkan Anda menerima surat dari cicit Anda yang belum lahir. 

Surat itu bertanggal 2100. Dia menulis: 

"Kakek/Nenek yang terkasih, 

Kami hidup di dunia yang Anda tinggalkan untuk kami. Suhu naik 3 derajat Celsius. Setengah spesies di Bumi sudah punah. Air bersih langka. Jutaan orang menjadi pengungsi iklim. Perang memperebutkan sumber daya terjadi di mana-mana. 

Kami tahu Anda punya waktu untuk mengubah ini. Kami tahu Anda punya pengetahuan. Kami tahu teknologinya sudah ada di tahun 2020-an. 

Tapi Anda memilih untuk tidak bertindak. Anda memilih ekonomi jangka pendek daripada masa depan kami. Anda memilih kenyamanan Anda daripada hidup kami. 

Mengapa Anda melakukan ini pada kami?" 

Surat ini fiksi. Tapi pertanyaannya nyata. 

Roman Krznaric, filsuf sosial dan penulis "The Good Ancestor," mengajukan pertanyaan fundamental yang mengganggu: 

"Kenapa kita begitu buruk dalam berpikir tentang masa depan? Kenapa kita terus-menerus mengorbankan kepentingan generasi mendatang untuk kepentingan kita hari ini?" 

Dan yang lebih penting: "Bagaimana kita bisa menjadi leluhur yang baik?" 

Buku ini bukan tentang pesimisme. Ini tentang transformasi cara kita berpikir tentang waktu dan tanggung jawab kita kepada generasi yang belum lahir.

 


1 dari 10