Sebuah Lukisan, Sebuah Ledakan, Sebuah Kehidupan
Amsterdam. Kamar hotel yang pengap.
Seorang pria berusia 27 tahun duduk dengan pistol di sampingnya, menunggu pria berbahaya yang mungkin akan membunuhnya. Di tasnya, terbungkus kain, adalah lukisan kecil berusia 350 tahun—seekor burung goldfinch yang dirantai pada sangkuannya.
Lukisan senilai ratusan juta dollar. Lukisan yang dicuri. Lukisan yang telah membentuk—dan menghancurkan—seluruh hidupnya.
Bagaimana seorang anak berusia 13 tahun bisa berakhir di sini?
Semuanya dimulai dengan satu hari di bulan April. Satu hari yang seharusnya biasa saja—pergi ke sekolah, kena masalah kecil, pergi ke museum dengan ibu.
Satu hari yang berubah menjadi hari terakhir Theodore Decker melihat ibunya hidup.
"The Goldfinch" karya Donna Tartt adalah novel tentang bagaimana satu momen bisa mengubah segalanya. Tentang bagaimana kehilangan bisa membentuk seseorang. Tentang bagaimana sesuatu yang indah bisa menjadi beban yang mengerikan.
Ini adalah kisah tentang seorang anak yang mencuri lukisan dari reruntuhan ledakan—dan bagaimana lukisan itu mengejarnya selama 14 tahun berikutnya.
Mari kita mulai dari hari itu. Hari ketika dunia Theo meledak menjadi serpihan.