Ukuran teks
18

90 Hari untuk Menyelamatkan Segalanya

Pagi itu, Alex Rogo tahu hidupnya akan berubah—entah menjadi lebih baik atau hancur total. 

Ia baru saja keluar dari rapat yang mengerikan dengan Bill Peach, vice president divisnya. Pesan Bill sederhana dan brutal: "Alex, pabrikmu punya waktu tiga bulan. Kalau dalam 90 hari tidak menguntungkan, kami tutup. 600 orang akan kehilangan pekerjaan. Dan kamu akan jadi yang pertama." 

Alex Rogo, manajer pabrik UniCo Manufacturing, merasa dunianya runtuh. Ia sudah bekerja keras selama enam bulan terakhir—menerapkan semua teknik manajemen modern, menginstal robot canggih, fokus pada efisiensi, memotong biaya di mana-mana. 

Tapi hasilnya? Pabrik tetap rugi. Pesanan terlambat. Inventori menumpuk hingga menutupi lantai pabrik. Pelanggan mengeluh. Moral karyawan hancur. 

Dan sekarang, ultimatum: 90 hari atau tutup. 

Lebih buruk lagi, pernikahannya dengan Julie juga di ambang kehancuran. Ia jarang pulang, selalu di pabrik, mencoba menyelesaikan satu krisis demi krisis lainnya. Julie mulai mempertanyakan apakah pekerjaan ini sepadan dengan pengorbanan keluarga mereka. 

Alex merasa seperti orang yang tenggelam, meraih-raih apa saja untuk bertahan hidup, tapi semakin ia berusaha, semakin dalam ia tenggelam. 

Lalu, di tengah keputusasaan itu, sesuatu yang tidak terduga terjadi.

 


1 dari 11