Tiga Orang, Tiga Jalan Berbeda
Bayangkan tiga orang memulai karir di perusahaan yang sama pada waktu yang sama:
Jason selalu membantu rekan kerjanya. Dia mentoring junior, berbagi informasi, bahkan mengerjakan proyek orang lain ketika mereka kesulitan—meskipun itu berarti lembur tanpa kompensasi. Semua orang suka Jason. Dia dikenal sebagai "orang baik."
Rachel sangat fokus pada kesuksesannya sendiri. Dia tidak pernah membantu kecuali ada manfaat langsung untuknya. Dalam meeting, dia mengklaim kredit untuk ide orang lain. Dia pintar membangun image tanpa substansi. Semua orang tahu Rachel ambisius—dan tidak terlalu dipercaya.
Michael selalu menghitung. Jika dia bantu Anda, dia mengharapkan Anda membalas. Dia tidak jahat, tapi juga tidak dermawan. Dia percaya pada fairness: you scratch my back, I scratch yours.
Sepuluh tahun kemudian, siapa yang paling sukses?
Kebanyakan orang akan prediksi: Rachel (yang agresif) atau Michael (yang seimbang). Jason yang terlalu baik mungkin dieksploitasi dan tertinggal.
Tapi Adam Grant, profesor termuda yang mendapat tenure di Wharton School, University of Pennsylvania, menghabiskan bertahun-tahun meneliti pertanyaan ini. Dan dia menemukan sesuatu yang mengejutkan:
Jason—si "orang baik"—bisa berakhir di dua tempat ekstrem: paling bawah atau paling atas.
Givers (pemberi) seperti Jason mendominasi dua ujung spektrum kesuksesan. Mereka adalah orang yang paling gagal DAN paling sukses luar biasa.
Sementara Takers (pengambil) seperti Rachel dan Matchers (penyeimbang) seperti Michael biasanya застревают di tengah.
Pertanyaannya: Apa yang membedakan Givers yang sukses dari Givers yang gagal?
Dan lebih penting: Bagaimana Anda bisa menjadi Giver yang sukses tanpa diinjak-injak?
Buku "Give and Take" adalah panduan revolusioner tentang bagaimana memberi dengan cerdas dapat menjadi strategi paling powerful untuk mencapai kesuksesan—tanpa kehilangan jiwa Anda dalam prosesnya.
Mari kita mulai.