Ukuran teks
18

Pikiran yang Penuh, Hidup yang Kacau

Jam 11 malam. Anda berbaring di tempat tidur, mata tertutup, tapi otak Anda tidak berhenti berputar. 

"Besok harus kirim email ke klien. Jangan lupa bayar tagihan listrik. Kapan terakhir kali hubungi ibu? Proyek itu deadline-nya kapan ya? Oh ya, mobil perlu service. Harus beli kado ulang tahun adik..." 

Satu pikiran memicu pikiran lain. Seperti browser dengan 47 tab terbuka, pikiran Anda melompat dari satu hal ke hal lain tanpa menyelesaikan apapun. 

Anda lelah tapi tidak bisa tidur. Anda sibuk tapi tidak produktif. Anda bekerja keras tapi merasa tidak ada yang selesai. 

Inilah masalah yang David Allen identifikasi setelah bekerja dengan ribuan profesional—dari CEO perusahaan Fortune 500 hingga pengusaha kecil: kebanyakan orang hidup dengan pikiran yang overload, penuh dengan hal-hal yang belum selesai, janji yang belum ditepati, dan keputusan yang belum diambil. 

Allen menyebut ini sebagai "open loops"—lingkaran terbuka yang terus berputar di kepala Anda, menyedot energi mental dan menciptakan stres yang konstan. 

Tapi ada cara keluar. Cara untuk mengelola puluhan—bahkan ratusan—tanggung jawab tanpa merasa kewalahan. Cara untuk bekerja dengan rileks namun tetap produktif. Cara untuk tidur nyenyak di malam hari karena Anda tahu semua sudah tertangani. 

Itulah Getting Things Done (GTD)—sebuah sistem yang telah mengubah cara jutaan orang bekerja dan hidup.

 


1 dari 10