Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Mengubah Segalanya

Bayangkan Anda seorang ilmuwan di tahun 1960-an, bekerja untuk NASA, dengan satu tugas sederhana: Cari tanda-tanda kehidupan di Mars. 

Bagaimana Anda tahu sebuah planet punya kehidupan tanpa pergi ke sana? 

Kebanyakan ilmuwan berpikir Anda harus mengambil sampel tanah, mencari mikroba, mendeteksi DNA. Tapi James Lovelock—seorang ilmuwan independen yang suka berpikir berbeda—punya ide yang lebih radikal: 

Lihat atmosfernya. 

Dia berpikir: Jika sebuah planet punya kehidupan, kehidupan itu pasti mengubah komposisi kimia atmosfer dengan cara yang bisa dideteksi dari jarak jauh. 

Jadi dia mulai menganalisis atmosfer Mars. Dan menemukan... tidak ada apa-apa. Mars punya atmosfer yang sangat stabil, seimbang secara kimia, mati—seperti yang Anda harapkan dari planet tanpa kehidupan. 

Lalu, hanya untuk perbandingan, dia melihat atmosfer Bumi. 

Dan dia melihat sesuatu yang impossible

Atmosfer Bumi penuh dengan oksigen—21%—bercampur dengan gas-gas reaktif seperti metana. Secara kimia, ini seharusnya tidak mungkin. Oksigen dan metana bereaksi satu sama lain dan hilang dalam hitungan hari. 

Tapi mereka tidak hilang. Mereka bertahan. Jutaan tahun. 

Mengapa? 

Karena sesuatu terus memproduksi mereka. Sesuatu yang aktif. Sesuatu yang hidup.

Dan dalam momen itu, Lovelock menyadari sesuatu yang mengejutkan:

Bumi bukan hanya planet yang memiliki kehidupan. Bumi itu sendiri adalah kehidupan.

Inilah awal dari "Gaia Hypothesis"—salah satu ide paling kontroversial dan transformatif dalam sains modern. 

Mari kita masuki dunia yang hidup ini.

 


1 dari 10