Ukuran teks
18

Telepon yang Mengubah Segalanya

Bayangkan ini: Anda sedang duduk di apartemen kecil Anda di New York, mencoba menulis, ketika telepon berdering. 

Di ujung sana, suara yang gemetar memberitahu Anda bahwa sahabat Anda—mentor Anda, orang yang mengajarkan Anda hampir semua yang Anda tahu tentang menulis dan kehidupan—telah meninggal. 

Bukan karena sakit. Bukan kecelakaan. 

Dia memilih untuk pergi. Bunuh diri. 

Dunia tiba-tiba terasa lebih sunyi. Lebih dingin. Lebih kosong. 

Anda merasakan rasa sakit yang tidak punya nama yang tepat. Bukan hanya kesedihan—tapi juga kemarahan, kebingungan, pengkhianatan. Mengapa dia melakukannya? Mengapa dia tidak memberi tahu Anda? Mengapa dia meninggalkan Anda sendirian? 

Lalu beberapa minggu kemudian, ada ketukan di pintu Anda. 

Berdiri di sana adalah seorang wanita—istri ketiga almarhum mentor Anda—dengan tali di tangannya. Dan di ujung tali itu adalah seekor Great Dane seukuran kuda kecil. Matanya sedih. Kepalanya tertunduk. 

"Dia milikmu sekarang," kata wanita itu. "Dia meninggalkan Apollo untukmu." 

Anda ingin berteriak: "Saya tinggal di apartemen satu kamar di lantai tiga tanpa lift! Saya едва bisa memberi makan diri sendiri! Bagaimana saya bisa merawat anjing raksasa yang sedang berduka?" 

Tapi Anda tidak berkata apa-apa. Karena bagaimana Anda bisa menolak warisan terakhir dari orang yang telah memberi Anda begitu banyak?

Ini adalah awal dari "The Friend"—novel luar biasa oleh Sigrid Nunez yang memenangkan National Book Award 2018. 

Bukan hanya kisah tentang kehilangan. Bukan hanya kisah tentang anjing. 

Ini adalah kisah tentang bagaimana kadang, di saat terdalam kesepian kita, kehadiran yang paling tidak terduga bisa menyelamatkan kita. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 11