Ukuran teks
18

Keputusan yang Tidak Pernah Anda Buat

Berhenti membaca sejenak. 

Sekarang angkat tangan kanan Anda. Atau tangan kiri. Pilih salah satu. Lakukan sekarang.

Sudah? 

Pertanyaan sederhana: Mengapa Anda memilih tangan itu? 

"Karena saya memilih," jawab Anda. "Saya bebas memilih tangan mana yang saya angkat." 

Tapi coba telusuri lebih dalam. Mengapa pikiran untuk mengangkat tangan kanan (atau kiri) itu muncul di kepala Anda? Dari mana pikiran itu datang? 

Anda tidak memutuskan untuk memiliki pikiran itu. Pikiran itu muncul begitu saja. 

Sama seperti pikiran yang sedang Anda baca sekarang. Kata-kata ini muncul dalam kesadaran Anda tanpa Anda memintanya. Anda tidak memilih untuk berpikir tentang kata-kata ini—mereka hanya terjadi. 

Ini adalah inti dari argumen radikal Sam Harris dalam buku "Free Will": 

Anda tidak memiliki kehendak bebas. Tidak ada yang memilikinya. Kehendak bebas adalah ilusi—ilusi yang powerful dan meyakinkan—tapi tetap ilusi. 

Sebelum Anda menutup buku ini dengan marah ("Tentu saja aku punya kehendak bebas! Aku memilih untuk membaca ini!"), dengarkan dulu. 

Karena Harris tidak hanya mengatakan kehendak bebas adalah ilusi. Dia mengatakan sesuatu yang lebih mengejutkan: 

Memahami bahwa kehendak bebas adalah ilusi justru akan membebaskan Anda. 

Membebaskan Anda dari kebencian yang tidak perlu. Dari kebanggaan yang bodoh. Dari penderitaan yang bisa dihindari.

Dan yang paling penting: Memahami ini tidak berarti Anda tidak bertanggung jawab atau tidak perlu berusaha. Justru sebaliknya. 

Mari kita telusuri argumen yang menggelisahkan namun membebaskan ini.

 


1 dari 11