Ukuran teks
18

Ketika Kita Kehilangan Diri Kita Sendiri

Ingatkah Anda saat masih kecil—ketika hidup terasa sederhana dan bebas? Ketika Anda bermain tanpa peduli apa kata orang lain? Ketika Anda menangis saat sedih, tertawa saat senang, berlari saat ingin berlari? 

Anda tidak khawatir tentang masa depan. Tidak malu tentang masa lalu. Anda hanya... hidup. Lalu apa yang terjadi? 

Perlahan, dunia mengajarkan Anda untuk tidak menjadi diri sendiri. Orangtua berkata: "Jangan menangis, itu memalukan." Guru berkata: "Duduk diam, jangan berisik." Teman-teman berkata: "Kamu aneh kalau tidak seperti kami." Masyarakat berkata: "Ini yang benar, itu yang salah." 

Reward datang ketika Anda patuh. Hukuman datang ketika Anda berbeda. 

Dan tanpa disadari, Anda mulai membuat perjanjian—dengan diri sendiri, dengan orang lain, dengan dunia—tentang siapa Anda seharusnya, bagaimana Anda harus bertindak, apa yang boleh dan tidak boleh Anda rasakan. 

Anda telah dijinakkan

Seperti hewan liar yang dilatih menjadi hewan peliharaan, Anda dilatih untuk hidup bukan menurut natur asli Anda, tetapi menurut aturan yang ditetapkan orang lain. 

Ini adalah yang Don Miguel Ruiz—seorang shaman dari tradisi Toltec kuno Meksiko—sebut sebagai domestikasi manusia

Dan domestikasi ini adalah sumber dari hampir semua penderitaan kita.

 


1 dari 6