Ketika Pasar Saham Mulai Berbohong
2007. Brad Katsuyama, trader muda di Royal Bank of Canada, duduk di depan layar komputernya di New York dan mengamati sesuatu yang aneh.
Sangat aneh.
Dia melihat order beli untuk saham: 10.000 saham Intel dengan harga $22. Pasar menunjukkan ada 10.000 saham tersedia di harga itu. Perfect match. Dia klik "buy."
Tapi yang dia dapat? Hanya 2.000 saham.
8.000 saham lainnya—yang baru saja dia lihat di layar—hilang. Menguap. Seperti hantu.
Harganya naik menjadi $22.02. Jadi sekarang dia harus bayar lebih mahal untuk saham yang satu detik lalu tersedia di harga lebih murah.
Ini terjadi lagi. Dan lagi. Dan lagi.
Setiap kali dia mencoba membeli saham dalam jumlah besar, pasar "lari" darinya. Seperti ada seseorang yang melihat ordernya sebelum dieksekusi dan membeli lebih dulu.
Tapi siapa? Dan bagaimana?
Katsuyama bukan tipe orang yang mudah percaya teori konspirasi. Dia insinyur terlatih dari Universitas Waterloo. Dia percaya data. Dia percaya logika.
Dan data mengatakan: Ada sesuatu yang sangat salah dengan pasar saham.
Butuh waktu bertahun-tahun untuk mengungkap apa yang terjadi. Dan ketika dia akhirnya menemukan jawabannya, dia terkejut—bukan karena rumit, tapi karena begitu sederhana dan begitu curang.
Sekelompok kecil perusahaan dengan komputer super cepat telah menemukan cara untuk melihat order investor sebelum dieksekusi—dalam hitungan milidetik—dan menggunakan informasi itu untuk profit.
Mereka tidak melanggar hukum. Mereka tidak hack sistem. Mereka mengeksploitasi struktur pasar yang dirancang buruk.
Dan mereka menghasilkan miliaran dolar dengan cara ini—uang yang dicuri dari investor biasa, dana pensiun, dan siapa pun yang mencoba membeli atau menjual saham.
Ini adalah kisah tentang bagaimana Katsuyama dan sekelompok pemberontak Wall Street mengungkap penipuan terbesar di pasar keuangan modern—dan membangun bursa baru untuk melawannya.
Selamat datang di dunia Flash Boys.