Ukuran teks
18

Hari Terakhir Eddie

Hari ini adalah hari ulang tahun Eddie yang ke-83. 

Dia bangun dengan punggung yang sakit seperti biasa. Lutut yang kaku seperti biasa. Dia mandi, berpakaian dengan kemeja kerja biru luntur yang sama, dan berjalan tertatih ke Ruby Pier—taman hiburan tepi pantai tempat dia bekerja sejak kecil. 

Eddie adalah petugas pemeliharaan. Pekerjaannya? Memperbaiki wahana yang rusak. Mengecek baut yang longgar. Memastikan roller coaster aman. Pekerjaan yang tidak glamor. Tidak ada yang memperhatikan Eddie kecuali ketika ada yang rusak. 

Dia hidup sendiri di apartemen kecil yang sama sejak istrinya meninggal bertahun-tahun lalu. Tidak ada anak. Tidak ada keluarga dekat. Hanya rutinitas yang sama, hari demi hari, tahun demi tahun. 

Di pagi hari ulang tahunnya yang ke-83, Eddie bahkan tidak merayakan. Tidak ada kue. Tidak ada pesta. Hanya hari kerja seperti biasa. 

Tapi hari ini tidak akan berakhir seperti biasa. 

Pukul 3 sore, ada kecelakaan. Salah satu wahana—Freddy's Free Fall—tiba-tiba rusak. Kereta menggantung berbahaya. Seorang gadis kecil duduk tepat di bawahnya. 

Eddie berlari. Kakinya yang tua bergerak secepat yang mereka bisa. Dia berteriak pada gadis itu untuk menjauh. Dia mencoba menggapainya— 

Lalu kereta itu jatuh. 

Detik terakhir yang Eddie ingat: dia meraih tangan kecil itu. Lalu—benturan. Rasa sakit yang menusuk. Dan...

Keheningan. 

Eddie meninggal. 

Tapi kematian bukan akhir. Ini adalah awal dari perjalanan yang akan mengubah semua yang dia pikir dia tahu tentang hidupnya. 

Selamat datang di surga Eddie—tempat di mana dia akan bertemu lima orang yang akan menjelaskan mengapa hidupnya penting.

 


1 dari 11