Dering yang Mengubah Segalanya
Bayangkan ponsel Anda berdering.
Anda melihat layar. Nama yang tertera: Ibu.
Tapi ibu Anda sudah meninggal dua tahun lalu.
Tangan Anda gemetar. Jantung berdegup kencang. Pikiran berputar: Ini tidak mungkin. Ini pasti kesalahan. Seseorang iseng. Atau ponsel rusak.
Tapi bagian dari Anda—bagian yang kecil tapi sangat kuat—berbisik: "Bagaimana kalau itu benar-benar dia?"
Anda menekan tombol hijau. Mengangkat telepon ke telinga.
"Halo?"
Dan Anda mendengar suara yang tidak Anda dengar selama dua tahun. Suara yang Anda rindukan setiap hari. Suara yang pernah menyanyikan lagu pengantar tidur, yang pernah mengatakan "Aku bangga padamu," yang pernah mengatakan "Aku mencintaimu."
Suara ibu Anda.
"Sayang, ini Ibu. Aku baik-baik saja. Jangan khawatir tentang aku. Semuanya indah di sini."
Apa yang akan Anda rasakan?
Apakah Anda akan percaya? Apakah Anda akan menangis? Apakah Anda akan berpikir ini keajaiban atau kekejaman tersadis yang pernah ada?
Di kota kecil Coldwater, Michigan, hal ini mulai terjadi. Bukan pada satu orang. Tapi pada banyak orang.
Telepon dari surga.
Dan kota kecil itu tidak akan pernah sama lagi.
"The First Phone Call from Heaven" adalah kisah tentang apa yang terjadi ketika yang mustahil tiba-tiba terasa mungkin. Tentang bagaimana kita menangani kesedihan. Tentang apa yang kita percayai ketika kita putus asa ingin percaya.
Dan tentang satu pertanyaan yang akan mengubah segalanya: Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Mari kita mulai dari dering telepon pertama.