Ukuran teks
18

Buku yang Menyelamatkan Peradaban

Tahun 1623. Tujuh tahun setelah kematian William Shakespeare. 

Dua aktor tua—John Heminges dan Henry Condell—duduk dikelilingi tumpukan naskah lusuh, catatan panggung, dan ingatan yang mulai memudar. 

Mereka punya misi: mengumpulkan dan menerbitkan semua drama Shakespeare sebelum semuanya hilang selamanya. 

Tidak ada yang menyimpan naskah dengan baik pada masa itu. Naskah drama dianggap hiburan murah, bukan literatur. Ketika teater tutup, naskah dibuang. Ketika penulis mati, karya mereka dilupakan. 

Tapi Heminges dan Condell tahu: karya Shakespeare terlalu berharga untuk hilang.

Jadi mereka bekerja. Mengumpulkan. Menyunting. Menerbitkan. 

Hasilnya: The First Folio—koleksi 36 drama dalam satu buku besar (folio berarti ukuran besar).

Tanpa buku ini, 18 drama Shakespeare akan hilang selamanya. 

Tidak ada Macbeth. Tidak ada Julius Caesar. Tidak ada The Tempest. Tidak ada Twelfth Night. Tidak ada As You Like It. 

Ribuan kata yang kini kita gunakan setiap hari—"addiction," "bedroom," "lonely," "gossip"—tidak akan pernah ada. Ribuan kutipan yang membentuk cara kita berpikir—"To be or not to be," "All the world's a stage," "What's in a name?"—akan hilang. 

Tapi lebih dari itu: kebijaksanaan tentang sifat manusia yang terkandung dalam 36 drama itu akan lenyap.

First Folio bukan sekadar kumpulan cerita. Ini adalah ensiklopedia jiwa manusia. Panduan untuk memahami ambisi, cinta, kekuasaan, pengkhianatan, pengampunan, dan segala kompleksitas yang membuat kita manusia. 

Selama 400 tahun, jutaan orang telah membaca drama-drama ini. Dan yang luar biasa: mereka masih relevan hari ini. 

Karena Shakespeare tidak menulis tentang raja-raja dan ratu-ratu di abad ke-16. Dia menulis tentang Anda. Tentang saya. Tentang kita semua. 

Mari kita buka First Folio dan lihat kebijaksanaan apa yang menunggu kita.

 


1 dari 10