Ukuran teks
18

Ketika Julia Gagal di Hari ke-90

Julia Gould seharusnya merayakan. Setelah delapan tahun sukses di divisi marketing, ia baru saja dipromosikan menjadi pemimpin proyek lintas departemen—posisi impian yang ia tunggu-tunggu. 

Hari pertama, ia datang penuh semangat. Ia tahu marketing seperti punggung tangannya. Ia yakin keahliannya akan membawa tim baru ini ke kesuksesan. 

Tapi tiga bulan kemudian, Julia kembali ke posisi lama. 

Apa yang salah? 

Julia melakukan kesalahan fatal yang dilakukan banyak pemimpin baru: ia terus melakukan apa yang membuatnya sukses di masa lalu. Ia micromanage seperti dulu. Ia fokus hanya pada aspek marketing dan mengabaikan fungsi lain. Ia tidak menyadari bahwa memimpin lintas fungsi membutuhkan keahlian yang sama sekali berbeda. 

Dalam kata-kata Michael Watkins, "Ia terus melakukan apa yang ia tahu cara melakukannya"—dan itu tidak cukup. 

Kisah Julia bukan pengecualian. Ini adalah norma. 

Penelitian menunjukkan bahwa 40% pemimpin baru gagal dalam 18 bulan pertama mereka. Bukan karena mereka tidak kompeten. Bukan karena mereka tidak pintar atau tidak bekerja keras. Tetapi karena mereka tidak tahu cara bertransisi dengan efektif. 

Inilah realitas pahit: setiap karir yang sukses adalah serangkaian transisi yang sukses. Promosi, peran baru, perusahaan baru—semua adalah momen kritis di mana kesuksesan atau kegagalan Anda ditentukan dalam 90 hari pertama. 

Michael Watkins, profesor kepemimpinan di IMD Business School dan co-founder Genesis Advisers, telah menghabiskan puluhan tahun mempelajari transisi kepemimpinan. Bukunya, "The First 90 Days," telah menjadi panduan definitif—digunakan oleh pemimpin di perusahaan Fortune 500, startup, dan organisasi non-profit di seluruh dunia.

Watkins menemukan sesuatu yang powerful: dengan menerapkan strategi yang tepat, pemimpin baru bisa mencapai titik impas (breakeven point) hingga 40% lebih cepat. Alih-alih butuh 6,2 bulan untuk menjadi kontributor net positif, Anda bisa melakukannya dalam 3-4 bulan. 

Ini bukan hanya tentang Anda. Ketika organisasi menerapkan prinsip-prinsip ini secara sistematis, ROI-nya eksponensial. Bayangkan jika setiap pemimpin baru di perusahaan Anda bisa efektif 40% lebih cepat. 

Tapi pertama-tama, mari kita pastikan Anda tidak menjadi Julia berikutnya.

 


1 dari 11