Surat untuk Anak yang Tidak Pernah Menjadi Milikmu
Bayangkan Anda menulis surat untuk seseorang yang tidak akan pernah membacanya.
Seorang anak kecil berusia tujuh tahun dengan mata besar penuh kehidupan, senyum yang bisa menerangi ruangan, dan tawa yang membuat Anda lupa semua masalah dunia.
Seorang anak yang memanggil Anda "Mr. Mitch" dengan aksen Haiti yang kental, yang merangkak ke pangkuan Anda sambil membawa buku cerita, yang memaksa Anda menonton "Frozen" untuk kesepuluh kalinya.
Seorang anak yang bukan anak Anda secara biologis. Bukan anak angkat resmi Anda. Bahkan bukan warga negara yang sama dengan Anda.
Tapi seorang anak yang, dalam 23 bulan singkat, mengubah definisi Anda tentang apa artinya menjadi keluarga.
Dan kemudian dia pergi. Tidak karena pilihan. Tidak karena Anda tidak cukup mencintainya. Tapi karena penyakit yang tidak bisa dikalahkan siapa pun—tumor otak yang mematikan yang disebut DIPG.
Mitch Albom—penulis terkenal dari "Tuesdays with Morrie" dan "The Five People You Meet in Heaven"—menulis buku ini sebagai surat untuk Chika Jeune, seorang anak Haiti yang dia dan istrinya Janine rawat di tahun-tahun terakhirnya.
Ini bukan buku tentang keajaiban penyembuhan. Ini bukan kisah di mana anak sembuh dan semua orang hidup bahagia selamanya.
Ini adalah kisah tentang bagaimana mencintai seseorang bahkan ketika Anda tahu Anda akan kehilangan mereka. Tentang bagaimana keluarga tidak selalu dibentuk oleh darah, tapi oleh pilihan. Tentang bagaimana 23 bulan bisa lebih berarti daripada seumur hidup.
Mari kita mulai dengan gempa bumi yang mengubah segalanya.