Ukuran teks
18

Pelajaran yang Tidak Diajarkan di Sekolah

Bayangkan ini: Anak Anda lulus universitas dengan IPK cemerlang. Dia mendapat pekerjaan bagus dengan gaji yang layak. Tapi enam bulan kemudian, dia menelepon Anda, suaranya panik: 

"Papa, Mama... kartu kreditku sudah limit semua. Aku tidak tahu kemana perginya uangku. Bisakah kalian bantu?" 

Ini bukan cerita fiksi. Ini terjadi setiap hari kepada ribuan lulusan muda yang pintar secara akademis tapi buta secara finansial. 

Mengapa? 

Karena tidak ada yang pernah mengajari mereka tentang uang. 

Mereka bisa menghitung integral. Mereka hafal tabel periodik. Mereka bisa menulis esai tentang Shakespeare. Tapi mereka tidak tahu bagaimana membuat budget sederhana, membedakan needs dan wants, atau memahami bahwa kartu kredit bukan uang gratis. 

Walter Andal, seorang financial educator dan ayah dari tiga anak, menulis "Finance 102 for Kids" setelah menyadari satu hal yang mengejutkan: 

Kita menghabiskan 12 tahun mendidik anak tentang segala hal—kecuali hal yang akan mereka gunakan setiap hari sepanjang hidup mereka: uang. 

Buku ini bukan tentang mengubah anak Anda menjadi investor cilik atau entrepreneur kecil. Ini tentang memberikan mereka financial literacy—pemahaman dasar tentang bagaimana uang bekerja—sehingga mereka bisa membuat keputusan yang bijak ketika mereka dewasa. 

Dan kabar baiknya? Anda tidak perlu menjadi ahli keuangan untuk mengajarkan ini. Anda hanya perlu memulai percakapan yang jujur tentang uang dengan anak-anak Anda. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 10