Ukuran teks
18

Ruangan Kosong yang Mengerikan

9 November 2016, pagi setelah pemilihan presiden Amerika Serikat. 

Ratusan pegawai senior di berbagai departemen pemerintah federal duduk di ruang konferensi mereka, dengan tumpukan dokumen tebal di depan mereka. Mereka telah mempersiapkan ini selama berbulan-bulan. 

Mereka menunggu. 

Di Department of Energy, ada tim yang siap menjelaskan tentang 17 laboratorium nasional, ribuan senjata nuklir yang harus dijaga, dan pembersihan limbah radioaktif dari Perang Dingin yang akan memakan waktu 100 tahun lagi. 

Di Department of Agriculture, ada tim yang siap menjelaskan bagaimana mereka memberi makan 30 juta anak-anak setiap hari dan memastikan satu dari tujuh orang Amerika tidak kelaparan. 

Di Department of Commerce, ada tim yang siap menjelaskan bagaimana mereka memprediksi badai yang menyelamatkan ribuan nyawa setiap tahun. 

Mereka menunggu tim transisi Trump untuk datang belajar. 

Tapi tidak ada yang datang. 

Hari pertama berlalu. Tidak ada yang datang. Minggu pertama berlalu. Tidak ada yang datang. Sebulan berlalu. Masih tidak ada yang datang. 

Chris Christie, yang memimpin tim transisi Trump sebelum dipecat, kemudian berkata: "Trump tidak tertarik dengan pemerintahan. Dia tidak ingin tahu bagaimana sesuatu bekerja." 

Bagi kebanyakan orang, ini mungkin tampak seperti detail teknis yang membosankan. "Ah, birokrasi. Siapa peduli?"

Tapi Michael Lewis—jurnalis yang menulis "The Big Short" dan "Moneyball"—melihat sesuatu yang lebih mengerikan: Orang-orang yang tidak peduli sedang diberi tanggung jawab atas hal-hal yang menentukan apakah kita hidup atau mati. 

Dan inilah cerita tentang apa yang terjadi ketika kita mengabaikan risiko-risiko yang tidak terlihat—risiko yang tidak dramatis, tidak sensasional, tapi bisa menghancurkan segalanya jika diabaikan. 

Selamat datang di "The Fifth Risk."

 


1 dari 9