Ukuran teks
18

Satu-satunya Keunggulan Kompetitif yang Bertahan

Bayangkan dua perusahaan yang dimulai pada waktu yang sama dengan produk yang serupa. Lima tahun kemudian, satu perusahaan melesat jauh, sementara yang lain terdorong ke pinggir, berjuang untuk bertahan. Apa yang membedakan mereka? 

Bukan teknologi—keduanya punya akses ke inovasi yang sama. Bukan modal—keduanya dimulai dengan pendanaan setara. Bukan bahkan talenta awal—keduanya merekrut dari kampus yang sama. 

Yang membedakan adalah sesuatu yang lebih fundamental: kemampuan untuk belajar lebih cepat dari kompetitor. 

Peter Senge, profesor senior di MIT Sloan School of Management, menghabiskan puluhan tahun mempelajari pertanyaan ini: Mengapa beberapa organisasi berkembang sementara yang lain mati? Jawabannya mengejutkan: sebagian besar organisasi dirancang untuk tidak belajar. 

Ini bukan karena orang-orangnya bodoh. Ini bukan karena mereka tidak berusaha. Justru sebaliknya—sering kali, semakin keras mereka berusaha memecahkan masalah, semakin buruk hasilnya. 

Masalahnya adalah cacat pembelajaran sistemik yang tertanam dalam cara organisasi dirancang, cara pekerjaan didefinisikan, dan—yang paling penting—cara kita semua diajarkan untuk berpikir dan berinteraksi. 

Dalam bukunya yang revolusioner, "The Fifth Discipline," Senge memberikan cetak biru untuk menciptakan organisasi pembelajaran—organisasi di mana orang terus-menerus memperluas kapasitas mereka untuk menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola berpikir baru dan ekspansif dipelihara, di mana aspirasi kolektif dibebaskan, dan di mana orang terus belajar bagaimana belajar bersama.

Tapi sebelum kita bisa membangun organisasi pembelajaran, kita harus mengidentifikasi dan mengatasi penyakit yang menginfeksi hampir semua organisasi.

 


1 dari 6