Pertanyaan yang Tidak Nyaman
Bayangkan ini: Anda lahir dengan potensi penuh sebagai manusia. Otak yang mampu berpikir cemerlang. Tubuh yang penuh vitalitas. Jiwa yang ingin menjelajah, memberontak, menciptakan.
Tapi sejak lahir, Anda diajarkan untuk:
● Duduk manis dengan kaki rapat
● Bicara pelan, jangan keras
● Jangan terlalu pintar, nanti tidak ada yang suka
● Jangan terlalu ambisius, nanti tidak feminin
● Tujuan tertinggi hidup Anda: menikah dan menyenangkan suami
Perlahan, lapisan demi lapisan, potensi Anda dikupas. Keberanian Anda dipadamkan. Keinginan Anda dianggap tidak pantas. Tubuh Anda diajarkan untuk dibenci—terlalu gemuk, terlalu kurus, terlalu tua, terlalu apa pun.
Anda tidak dibunuh. Anda dikebiri.
Inilah yang Germaine Greer sebut "The Female Eunuch"—wanita yang dikebiri secara psikologis, emosional, dan seksual oleh masyarakat yang takut pada kekuatan penuh mereka.
Pada tahun 1970, Greer—akademisi Australia yang brilian, provokatif, dan berani—menulis buku yang membuat dunia tidak nyaman. Buku yang tidak hanya menantang patriarki, tapi menantang wanita sendiri untuk melihat bagaimana mereka telah menjadi kolaborator dalam pengebirian mereka sendiri.
Ini bukan buku yang lembut. Ini bukan buku yang menenangkan. Greer tidak tertarik membuat Anda merasa nyaman.
Dia tertarik membuat Anda marah, sadar, dan bebas.
Lima puluh tahun kemudian, pertanyaan yang dia ajukan masih mengganggu:
Apakah wanita benar-benar bebas? Atau kita hanya mengganti satu kandang dengan kandang lain yang lebih cantik?
Mari kita mulai perjalanan yang tidak nyaman ini.