Ukuran teks
18

Perbedaan Satu Sentimeter

Bayangkan dua orang berdiri di tepi jurang yang sama. 

Keduanya jatuh. Keduanya terluka. Keduanya gagal. 

Orang pertama berbaring di dasar jurang, menatap ke atas dengan putus asa. Dia berkata: "Saya memang pecundang. Saya selalu gagal. Tidak ada gunanya mencoba lagi." 

Dia tetap di sana. Bertahun-tahun kemudian, dia masih di tempat yang sama—atau lebih buruk.

Orang kedua juga terluka. Juga sakit. Juga gagal. 

Tapi dia melakukan sesuatu yang berbeda: dia bangun. Dia melihat jurang itu dan berkata: "Oke, sekarang saya tahu cara yang tidak berhasil. Lain kali saya akan coba jalur lain." 

Dia mencoba lagi. Jatuh lagi. Bangun lagi. Belajar lagi. 

Dan suatu hari—setelah puluhan jatuh—dia berhasil menyeberang. 

Perbedaan antara dua orang ini bukan bakat. Bukan keberuntungan. Bukan privilese.

Perbedaannya adalah bagaimana mereka merespon kegagalan. 

Yang pertama failing backward—mundur karena kegagalan. 

Yang kedua failing forward—maju meskipun gagal. 

John C. Maxwell, salah satu thought leader kepemimpinan paling berpengaruh di dunia, menulis "Failing Forward" dengan satu pesan sederhana tapi mengubah hidup:

"Perbedaan antara orang yang biasa-biasa saja dan orang yang mencapai kesuksesan bukan pada apakah mereka gagal atau tidak—tapi pada bagaimana mereka merespon kegagalan." 

Kita semua gagal. Pertanyaannya: Apakah kegagalan itu akan menjadi batu sandungan atau batu loncatan? 

Mari kita mulai.

 


1 dari 10