Ukuran teks
18

Keputusan yang Mengubah Segalanya

Tahun 1994. Jeff Bezos, usia 30 tahun, duduk di kantor hedge fund D.E. Shaw & Co. di New York—salah satu firma paling prestisius di Wall Street. Gaji tinggi. Bonus besar. Karir cemerlang di depan mata. 

Lalu dia membaca satu angka yang mengubah hidupnya: Pertumbuhan internet 2.300% per tahun. 

Kebanyakan orang akan berpikir, "Wow, angka menarik." Bezos berpikir, "Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup yang tidak boleh saya lewatkan." 

Dia punya ide: toko online yang menjual segalanya. Everything Store. 

Tapi dia tidak bisa langsung menjual segalanya. Dia harus memilih satu kategori untuk memulai. Setelah analisis mendalam, dia memilih buku. Mengapa? 

1. Komoditas murni: Satu buku sama di toko mana pun 

2. Distributor terpusat: Hanya perlu bekerja dengan Ingram dan Baker & Taylor, tidak perlu menghubungi ribuan penerbit 

3. Seleksi tak terbatas: Ada 3 juta buku beredar di dunia—tidak ada toko fisik yang bisa menyimpan semuanya 

Tapi ada masalah besar: dia harus meninggalkan karirnya yang aman dan menguntungkan. 

Jadi dia menggunakan apa yang dia sebut "Regret Minimization Framework"—kerangka meminimalkan penyesalan. 

Dia membayangkan dirinya di usia 80 tahun, melihat ke belakang. Pertanyaan yang dia tanyakan pada diri sendiri: 

"Apakah saya akan menyesal meninggalkan karir Wall Street yang aman?"

Jawabannya: Mungkin tidak.

"Apakah saya akan menyesal tidak mencoba ide ini ketika internet tumbuh 2.300% per tahun?"

Jawabannya: Pasti

Keputusan dibuat. Bezos resign, mengemas mobilnya, dan berkendara melintasi Amerika—dari New York ke Seattle—sambil istrinya yang mengemudi, dia menulis business plan di laptop. 

Dia bahkan belum punya alamat kantor. Dia tidak tahu persis apa yang akan terjadi.

Tapi dia tahu satu hal: Dia harus mencoba. 

Ini adalah kisah bagaimana keputusan itu mengubah dunia ritel selamanya.

 


1 dari 8